SCARF MEDIA
Modest Fashion, Beauty and Lifestyle Media

Waspada Empat Jenis Kanker yang Sering Menyerang Perempuan

Pola hidup sehat menjadi salah satu upaya terbaik untuk mencegahnya.

0 12

Kanker merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya dan menyebabkan kematian terbesar di dunia. Kanker juga bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia, baik laki-laki dan perempuan. Namun, ada beberapa jenis kanker yang ternyata paling banyak menyerang kaum perempuan.

Apa saja jenis kanker yang sering menghantui perempuan?

1. Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker paling berbahaya bagi wanita. Sel kanker ini menyerang jaringan payudara meliputi kelenjar susu dan saluran payudara, beserta lemak, dan jaringan ikat. Ciri-ciri kanker payudara stadium awal yang perlu kita waspadai adalah munculnya benjolan pada payudara, warna kulit payudara yang berubah, puting sering merasa sakit, dan munculnya benjolan pada ketiak.

Banyak penderita kanker payudara yang gagal berjuang melawan penyakit ini karena terlambat untuk mendeteksi. Maka dari itu, penting bagi kita sebagai perempuan untuk waspada munculnya gejala kanker payudara dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Selain SADARI, kita juga bisa cek dengan Mamografi yang dilakukan menggunakan mesin rontgen.

Bulan Oktober juga dikenal sebagai Breast Cancer Awareness Month atau bulan kesadaran kanker payudara. Di mana tak cuma perempuan tapi juga pria yang haras radar akan bahaya kanker satu ini.

 

2. Kanker Serviks

Jenis kanker yang hanya bisa dialami oleh perempuan. Menjangkiti sel-sel leher rahim yang terletak pada bagian rahim yang terhubung ke vagina. Resiko kanker servies muncul akibat Human Papillomavirus atau HPV yang menular melalui hubungan seksual.

Pada stadium awal, umumnya kanker serviks tidak menunjukkan gejala. Namun saat kanker sudah menyebar ke jaringan sekitarnya, akan muncul gejala seperti pendarahan vagina yang tidak beraturan, keputihan yang berair dan bau menyengat, serta nyeri saat berhubungan seksual.

Untuk mencegah kanker serviks, Anda dapat mendapat vaksinasi kanker serviks, hindari rokok, dan menjaga kebersihan bagian intim. Mengetahui riwayat seksual pasangan juga bisa membantu untuk mencegah timbulnya kanker serviks.

 

3. Kanker Ovarium

Kanker ovarium adalah kanker yang tumbuh pada indung telur atau ovarium, umumnya terjadi pada wanita yang sudah masuk masa menopause atau usia di atas 55 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan kita juga bisa terkena penyakit ini di usia dini.

Gejala kanker ovarium pada stadium awal sulit dideteksi sejak dini, bahkan tak jarang perempuan yang mengabaikan gejala tersebut karena mirip dengan gejala saat menstruasi. Oleh sebab itu, kanker ovarium biasanya baru terdeteksi saat sel kanker sudah menyebar ke tubuh.

Penyebab kanker ovarium yang belum diketahui membuat pencegahannya juga tak bisa dilakukan secara pasti. Namun ada beberapa hal yang dipercaya dapat menurunkan resiko terkena kanker ini, seperti menerapkan pola hidup sehat dan menjalani kehamilan & menyusui. Anda juga bisa melakukan tes DNA a-akan memiliki resiko mengidap kanker ovarium. Pada beberapa kasus wanita dengan resiko tinggi kanker ovarium memutuskan melakukan operasi pengangkatan ovarium dan tuba falopi sebagai upaya pencegahan.

 

4. Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru merupakan kondisi dimana sel-sel jaringan tumbuh secara tidak terkendali di dalam paru-paru. Jumlah perokok yang semakin menjamur di lingkungan sekitar kita menjadi salah satu pemicu terbesar penyakit mematikan ini.

Ciri dari kanker paru-paru yang sering terjadi antara lain adalah batuk yang tak kunjung sembuh, sesak napas setelah aktivitas normal, nyeri pada dada, suara yang berubah, dan penurunan berat badan.

Untuk pencegahannya, Anda dapat menghindari kebiasaan merokok dan hindari asap rokok, pilih menu makanan sehat dan berolahraga secara teratur karena orang yang aktif bergerak umumnya memiliki resiko 20% lebih rendah untuk mengidap kanker paru-paru. (AUL)

Leave A Reply

Your email address will not be published.