SCARF MEDIA
Modest Fashion, Beauty and Lifestyle Media

Trend Tidur dengan Mulut di Plester, Menyehatkan atau Membahayakan?

Menurut pendapat para ahli

46

Tahukan? Bahwa saat ini sedang viral mengenai gaya tidur dengan mulut yang diplester. Hal ini dinamakan Buteyko Breathing Technique. Menurut salah satu dokter spesialis paru dari Omni Hospital Pulomas yang bernama dr Frans Abednego Barus SpP, menjelaskan bahwa pernapasan yang baik meang melalui mulut, tetapi ada fase fisiologis yang mana kita terkadang menarik napas melalui mulut. Salah satu yang menerapkan teknik tersebut saat tidur ialah Andien seorang penyanyi asal Indonesia, menurut Andien, metode seperti ini memiliki banyak manfaat serta kebugaran. Selain itu bernapas melalui hidung dipercaya bisa meningkatkan produksi nitrit oksida yang bermanfaat untuk meredakan peradangan, memperbaiki kualitas tidur, meningkatkan daya ingat, serta menjaga system imun tubuh.

Teknik pernapasan ini di dikembangkan pertama kali oleh dokter Konstanti Buteyko di Rusia. Teknik ini diklaim dapat menghasilkan kualitas hidup para penderita asma sekaligus dapat mencegah over breathing yang biasanya menyebabkan seseorang merasa kehabisan napas dan batuk-batuk. Sebenarnya, bernapas melalui mulut pun juga tidak selalu dilarang, karena pada kondisi tertentu seperti sedang flu, atau olahraga, pasti bernapas melalui mulut. Perlu Scarflover perhatikan lebih lanjut dan diingat, jika ingin mencoba metode seperti ini alangkah lebih baiknya pelajari terlebih dahulu mengenai tekniknya, serta treatment yang harus dilakukan, atau bisa konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

Teknik ini bisa dilakukan, tetapi tidak disarankan untuk seseorang yang memiliki gangguan tidur, seperti apnea tidur dan yang sedang mengalami mual.

  1. Apnea Tidur
Sumber : nih.gov.com

Apnea tidur ini merupakan suatu keadaan dimana pernapasan berhenti tanpa sadar dalam periode yang singkat selama tidur. Maka dari itu, orang yang memiliki keadaan seperti ini membutuhkan alat yang bernama continuous positive airway pressure, agar bisa tidur dengan lelap. Pemasangan plester di mulut tentu akan menyulitkan penderitanya untuk bernapas, serta yang seharusnya karbonoksida keluar menjadi menumpuk di darah.

  1. Tidak Disarankan untuk yang Sedang Mual.
Sumber : freepik.com

Bagi Scarflover yang sedang mual, tidak diperkanankan untuk mencoba metode tidur dengan menutup mulut dengan plester, hal ini akan menyulitkan anda untuk muntah, dimana seharusunya muntah keluar secara spontan, sehinga beresiko, muntah dapat kembali masuk ke tubuh kembali serta masuk ke paru-paru. Kondisi ini disebut dengan aspirasi paru-paru.

Itu dia Scarflover, hal yang saat ini sedang viral mengenai metode tidur dengan mulut yang ditutup oleh plaster. Sebenarnya, hal tersebut ada positif dan negatifnya, keputusan ingin diterapkan atau tidaknya dikembalikan kepada Scarflover, alangkah baiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada pihak yang memang concern di bidang kesehatan. Semoga pengetahuan ini bermanfaat! (Penulis : DA)

 

Comments are closed.